“PENDIDIKAN
AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA”
MATA KULIAH KOLOQIUM
DIDAKTIUM PL-PB
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA
KRISTEN (S2)
DOSEN : Dr. TELHALIA, M.Th
Oleh
: MONIKAE
NIM 224241045
PROGRAM
PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI
(IAKN)
PALANGKA RAYA - KALIMANTAN TENGAH 2023
Pendahuluan
Keluarga
adalah tempat pendidikan yang pertama dan terutama. Dalam keluargalah anak
mendapatkan pengajaran iman dan nilai-nilai moral. Dalam Perjanjian Lama,
Pendidikan Agama Kristen dimulai dalam keluarga-keluarga. Hal ini terjadi dalam
keluarga Bapa-bapa leluhur yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Mereka sebagai orang
tua mewariskan iman kepada keturunannya, bahkan kepada seluruh bangsa Israel.
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus sebagai Guru Agung selalu mengajarkan
tentang iman kepada para pendengar-Nya.
Keluarga
Kristen adalah sebagai tempat untuk mengajarkan iman kepada anak-anak. Beberapa
hal yang dapat dilakukan oleh keluarga Kristen untuk menjadikan keluarganya
sebagai pusat bermisi adalah dengan cara menjadikan keluarga itu sebagai tempat
pertama untuk menyebarkan Firman Allah, baik itu melalui pengajaran maupun
teladan dalam kehidupan.
a.
Pendidikan
agama Kristen dalam keluarga
Pengertian
Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga
Pendidikan
Agama Kristen adalah pendidikan yang sangat penting, sebab Pendidikan Agama
Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman Kristen kepada setiap
orang baik melalui keluarga, gereja dan sekolah.[1] Pengertian tentang
Pendidikan Agama Beberapa Tokoh memberikan Kristen, yaitu:
E.G.
Homrighousen memberikan rumusan Pendidikan Agama Kristen adalah:
"Usaha sadar gereja dalam mendidik anak didiknya dalam rangka pewarisan
iman Kristen dengan segala kebenarannya, sebagaimana yangdinyatakan
dalam Alkitab dan melatih mereka untuk hidup harmonis sesuai dengan iman
Kristen, supaya mereka menjadi anggota gereja yang dewasa yang menyadari dan
menyakini imannya dan menyatakannya dalam praktek sehari-hari.”[2]
Pengertian
di atas menunjukkan betapa pentingnya Pendidikan Agama Kristen itu, sebab
Pendidikan Agama Kristen adalah usaha sadar yang harus dilakukan gereja untuk
mewariskan termasuk iman kepada warganya, termasuk kepada anak-anak. Dengan
mendapatkan Pendidikan Kristen, warga gereja akan hidup sesuai dengan Firman
Allah. Jadi Pendidikan Agama pewarisan nilai-nilai iman Kristen.
Robert
R. Boelhke memberikan rumusan Pendidikan Agama Kristen adalah: "Usaha
gereja dengan sengaja menolong orang dari segala umur yang
dipercayakan kepada pemeliharaanNya untuk menjawab penyertaan Allah dalam
Yesus Kristus, Alkitab dan kehidupan gereja supaya mereka itu dibawah pimpinan
Roh Kudus yang dapat diperlengkapi untuk melayani di tengah lembaga gereja,
masyarakat dan dunia (alam)."[3]
Pengertian
ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen itu juga diadakan dengan sengaja
oleh gereja untuk menjadikan warga baik dari anak-anak sampai orang tua supaya
tetap hidup di bawah bimbingan Roh Kudus. Jadi Pendidikan Agana Kristen adalah
menolong orang lain agar anak didik hidup dibawah pimpinan roh kudus.
Werner
C. Graendorf memberikan pengertian bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah:
"Proses pengajaran dan pembelajaran yang berdasarkan Alkitab, berpusatkan
pada Kristus dan bergantung pada kuasa Roh Kudus, yang membimbing pada setiap
pribadi pada semua tingkat pertumbuhan, melalui pengajaran masa kini ke arah
pengenalan dan pengalaman rencana dan kehendak Allah melalui Kristus dalam
setiap aspek kehidupan dan memperlengkapi pelayanan yang efektif,
yang berpusat pada Kristus Sang Guru Agung dan perintah yang mendewasakan
murid."[4]
Pentingnya
Keluarga Kristen
Keluarga
adalah anugerah Allah yang tidak ternilai harganya. Keluarga Kristen adalah
tempat pendidikan yang pertama dan terutama bagi anak. Keluarga Kristenlah yang
memegang peranan yang terpenting dalam Pendidikan Agama Kristen. Keluarga
adalah sebagai satu kesatuan pokok bagi seluruh masyarakat. Apabila keluarga
kuat dan sehat, maka masyarakat umum pun juga akan kuat. Keluarga adalah suatu
persekutuan yang terdiri dari orang-orang yang saling terikat oleh ikatan darah
dan perhubungan sosial yang paling kuat.
Keluarga
Kristen yang telah dikuasai oleh Tuhan Yesus, pasti keluarga itu akan menjadi
taat dan kuat di dalam Tuhan dan mereka akan mengembangkan dan mematangkan
pribadi-pribadi Kristen yang luhur. Keluarga Kristen merupakan suatu
persekutuan antara anak-anak dengan orangtuanya,yang sanggup menciptakan
suasana kristen sejati di dalam lingkungan mereka sendiri.
Pendidikan
agama Kristen dalam keluarga adalah suatu proses di mana nilai-nilai, ajaran,
dan keyakinan Kristen diajarkan dan dipraktikkan dalam lingkungan keluarga.
Pendidikan agama Kristen ini sangat penting bagi banyak keluarga Kristen karena
membantu anggota keluarga untuk memahami iman mereka, mengembangkan hubungan
dengan Tuhan, dan mengikuti ajaran-ajaran Yesus Kristus.
Pendidikan
agama Kristen dalam keluarga merupakan aspek penting dalam membentuk iman dan
nilai-nilai Kristiani pada anggota keluarga. Cara yang tepat dalam memberikan
pendidikan agama Kristen dalam keluarga bisa dilihat dari bagaimana Yesus
mengajar murid-murid-Nya yang pertama.
Berikut
adalah beberapa prinsip yang dapat diambil sebagai pedoman:
1. Doa
Bersama: Yesus seringkali berdoa bersama dengan murid-murid-Nya. Ini adalah
cara yang baik untuk memulai pendidikan agama Kristen dalam keluarga. Orang tua
dapat mengajak anak-anak mereka untuk berdoa bersama, baik sebelum makan,
sebelum tidur, atau dalam berbagai situasi sehari-hari.
2. Pembacaan
Alkitab: Yesus sering menggunakan perumpamaan dan kisah-kisah dari Alkitab
untuk mengajar murid-murid-Nya. Orang tua dapat membaca dan menjelaskan
kisah-kisah Alkitab kepada anak-anak mereka, serta mengaitkannya dengan
pelajaran moral dan nilai-nilai Kristiani.
3. Konteks
Sehari-hari: Yesus seringkali mengajar dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Orang tua dapat menggunakan situasi sehari-hari untuk mengajarkan
prinsip-prinsip Kristiani kepada anak-anak mereka. Misalnya, ketika menghadapi
konflik atau kesulitan, orang tua dapat mengajarkan tentang pengampunan dan
kasih.
4. Teladan:
Yesus memberikan teladan yang kuat kepada murid-murid-Nya. Orang tua juga harus
memberikan teladan yang baik dalam hidup Kristiani mereka sendiri. Ini mencakup
menjalankan nilai-nilai seperti kasih, kesabaran, kejujuran, dan kerendahan
hati.
5. Kesempatan
untuk Bertanya: Yesus selalu memberikan kesempatan kepada murid-murid-Nya untuk
bertanya. Orang tua harus membuka pintu untuk anak-anak mereka bertanya tentang
iman dan agama Kristen. Mereka harus siap untuk menjawab pertanyaan dengan
jujur dan memahami.
6. Pelayanan
dan Kebaikan: Yesus juga mengajarkan murid-murid-Nya untuk melayani orang lain
dan berbuat baik. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak mereka pentingnya
berbagi, melayani, dan membantu sesama.
7. Komunitas
Gereja: Yesus mengajar murid-murid-Nya dalam konteks komunitas. Orang tua dapat
membawa anak-anak mereka ke gereja dan mengikutsertakan mereka dalam
kegiatan-kegiatan gereja untuk memperkuat iman mereka dan membangun hubungan
dengan sesama percaya.
Pendidikan
agama Kristen dalam keluarga haruslah berfokus pada pengembangan iman,
karakter, dan nilai-nilai Kristiani. Orang tua memiliki peran utama dalam
membentuk dasar iman anak-anak mereka, dan mereka harus melakukannya dengan
kasih, kesabaran, dan teladan yang baik. Pendidikan agama Kristen dalam
keluarga adalah suatu upaya berkelanjutan yang memungkinkan anggota keluarga
untuk tumbuh dalam iman mereka dan mengalami iman Kristen dalam kehidupan
sehari-hari. Ini adalah bagian penting dari pewarisan iman Kristen dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
b.
Pendidikan
Agama Kristen dalam keluarga menurut injil Matius 28 : 18-20
Dalam
Alkitab, kita dapat menemukan beberapa petunjuk tentang bentuk pendidikan agama
Kristen dalam keluarga berdasarkan cara yang diajarkan kepada murid-murid
pertama oleh Yesus. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah ajaran-Nya
kepada para murid sebelum Ia naik ke surga. Ajaran ini dikenal sebagai
"Perintah Terakhir" atau "Perintah Agung." Ditemukan dalam
Injil Matius 28:18-20 (TB) yang berbunyi:
"Dan
Yesus datang dan berbicara kepada mereka serta berkata: 'Kepada-Ku telah
diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah
semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepada kamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman.'"
Matius
28:18-20 adalah salah satu ayat dalam Alkitab yang penting dalam ajaran
Kristen. Ayat ini berasal dari Perjanjian Baru dan merujuk pada perintah
terakhir Yesus kepada para murid-Nya sebelum Dia naik ke surga. Ayat tersebut
dalam bahasa Indonesia (terjemahan Alkitab TB) adalah sebagai berikut:
Pergilah
dan Jadikan Murid: Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk pergi ke seluruh
dunia dan membuat murid-murid baru. Ini adalah tugas penginjilan untuk
menyebarkan ajaran-ajaran Kristus kepada semua bangsa.
Baptislah
Mereka dalam Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus: Baptisan adalah tindakan simbolis
di mana seseorang menyatakan iman mereka kepada Kristus dan dimasukkan ke dalam
komunitas Kristen. Ini adalah langkah pertama dalam mengikut Yesus.
Ajarlah
Mereka Melakukan Segala Sesuatu yang Telah Kuperintahkan kepada Kamu: Ini
mengacu pada ajaran dan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Yesus kepada para
murid selama pelayanan-Nya. Para pengikut Kristus harus mengajarkan dan
mematuhi ajaran-ajaran ini.
Ayat
ini adalah landasan penting bagi misi penginjilan dalam Kekristenan, dan
mengingatkan pengikut Kristus untuk terus menyebarkan pesan Injil dan mengajar
orang-orang tentang ajaran-ajaran Kristus, dengan keyakinan bahwa Yesus akan
selalu menyertai mereka dalam misi ini.
Dari
pernyataan Yesus ini, kita dapat menyimpulkan beberapa prinsip penting dalam
pendidikan agama Kristen dalam keluarga:
1. Pengajaran:
Orangtua Kristen harus mengajar anak-anak mereka tentang ajaran-ajaran Kristus
dan Firman Tuhan. Ini bisa dilakukan melalui membaca Alkitab bersama-sama,
mengikuti kelas-kelas agama, dan berdiskusi tentang iman dan nilai-nilai
Kristen.
2. Pemberian
Teladan: Orangtua harus memberikan teladan yang baik dalam kehidupan
sehari-hari mereka. Anak-anak harus melihat orangtua mereka menjalani iman
Kristen dengan tulus, seperti mengasihi sesama, berbuat baik, dan hidup sesuai
dengan prinsip-prinsip Kristiani.
3. Pengenalan
Baptisan: Baptisan adalah tanda pengikut Kristus yang diinstruksikan oleh
Yesus. Orangtua Kristen seharusnya memperkenalkan konsep baptisan kepada
anak-anak mereka dan menjelaskan maknanya sebagai komitmen untuk mengikuti
Yesus Kristus.
4. Pengajaran
Praktis: Yesus mengatakan agar kita mengajarkan orang lain untuk melakukan
segala sesuatu yang Dia perintahkan. Ini mencakup pengajaran nilai-nilai moral,
etika Kristen, dan praktik doa serta ibadah.
5. Kehadiran
Roh Kudus: Yesus menjanjikan bahwa Dia akan menyertai kita melalui Roh Kudus.
Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka
tentang peran Roh Kudus dalam hidup Kristen dan pentingnya memiliki hubungan
pribadi dengan Tuhan.
KESIMPULAN
Pendidikan
agama Kristen dalam keluarga harus didasarkan pada kasih, pengertian, dan kasih
sayang yang merupakan salah satu prinsip fundamental dalam ajaran Kristen.
Kasih adalah nilai sentral dalam ajaran Kristiani dan memainkan peran penting
dalam membentuk karakter anak-anak dalam konteks agama Kristen. Dengan
mengintegrasikan kasih sebagai prinsip utama dalam pendidikan agama Kristen di
keluarga, orangtua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh dalam iman Kristen
yang kuat dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai kasih,
pengampunan, dan pelayanan yang dijunjung tinggi dalam agama Kristen. Selain
itu, penting untuk memahami bahwa setiap keluarga dapat mengadaptasi
prinsip-prinsip ini sesuai dengan kebutuhan dan konteks mereka sendiri,
sehingga pendidikan agama dapat menjadi pengalaman yang bermakna dan relevan
bagi setiap anggota keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Hardi
Budiyana, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Kristen, (Karanganyar, Berita Hidup
Seminary, 2011), 6
Groome
H. Thomas, Christian Religious Education, Jakarta: BPK. Gunung Mulia,2010.
Harianto,
GP, Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab dan Dunia Pendidikan Masa Kini,
Yogyakarta: Andi Offset, 2012
H.
Enklaar, E.G. Homrighousen, Pendidikan Agama Kristen, Jakarta: BPK. Gunung
Mulia, 2009
Kuiper
de, Arie, Missiologia, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2009 Nuhamara, Daniel,
Pembimbing Pendidikan Agama Kristen, Bandung, Jurnal Info Media, 2009
Thompson
L. Majorie, Keluarga Sebagai Pusat Pembentukan, Jakarta: BPK. Gunung Mulia,
2011. Yakob Tomatala. Teologi Misi, Jakarta: YT Leadership
Foundation, 2003.

0 komentar:
Posting Komentar