Selasa, 10 Oktober 2023

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA

 

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA

MATA KULIAH KOLOQIUM DIDAKTIUM PL-PB

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (S2)

DOSEN : Dr. TELHALIA, M.Th

 




 

 Oleh : MONIKAE

NIM 224241045

 PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI (IAKN) 

PALANGKA RAYA - KALIMANTAN TENGAH 2023

 

 

 

Pendahuluan

Keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama dan terutama. Dalam keluargalah anak mendapatkan pengajaran iman dan nilai-nilai moral. Dalam Perjanjian Lama, Pendidikan Agama Kristen dimulai dalam keluarga-keluarga. Hal ini terjadi dalam keluarga Bapa-bapa leluhur yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Mereka sebagai orang tua mewariskan iman kepada keturunannya, bahkan kepada seluruh bangsa Israel. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus sebagai Guru Agung selalu mengajarkan tentang iman kepada para pendengar-Nya.

Keluarga Kristen adalah sebagai tempat untuk mengajarkan iman kepada anak-anak. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh keluarga Kristen untuk menjadikan keluarganya sebagai pusat bermisi adalah dengan cara menjadikan keluarga itu sebagai tempat pertama untuk menyebarkan Firman Allah, baik itu melalui pengajaran maupun teladan dalam kehidupan.

a.     Pendidikan agama Kristen dalam keluarga

Pengertian Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga

Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang sangat penting, sebab Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman Kristen kepada setiap orang baik melalui keluarga, gereja dan sekolah.[1] Pengertian tentang Pendidikan Agama Beberapa Tokoh memberikan Kristen, yaitu:

E.G. Homrighousen memberikan rumusan Pendidikan Agama Kristen adalah: "Usaha sadar gereja dalam mendidik anak didiknya dalam rangka pewarisan iman Kristen dengan segala kebenarannya, sebagaimana yangdinyatakan dalam Alkitab dan melatih mereka untuk hidup harmonis sesuai dengan iman Kristen, supaya mereka menjadi anggota gereja yang dewasa yang menyadari dan menyakini imannya dan menyatakannya dalam praktek sehari-hari.”[2]

Pengertian di atas menunjukkan betapa pentingnya Pendidikan Agama Kristen itu, sebab Pendidikan Agama Kristen adalah usaha sadar yang harus dilakukan gereja untuk mewariskan termasuk iman kepada warganya, termasuk kepada anak-anak. Dengan mendapatkan Pendidikan Kristen, warga gereja akan hidup sesuai dengan Firman Allah. Jadi Pendidikan Agama pewarisan nilai-nilai iman Kristen.

Robert R. Boelhke memberikan rumusan Pendidikan Agama Kristen adalah: "Usaha gereja dengan sengaja menolong orang dari segala umur yang dipercayakan kepada pemeliharaanNya untuk menjawab penyertaan Allah dalam Yesus Kristus, Alkitab dan kehidupan gereja supaya mereka itu dibawah pimpinan Roh Kudus yang dapat diperlengkapi untuk melayani di tengah lembaga gereja, masyarakat dan dunia (alam)."[3]

Pengertian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen itu juga diadakan dengan sengaja oleh gereja untuk menjadikan warga baik dari anak-anak sampai orang tua supaya tetap hidup di bawah bimbingan Roh Kudus. Jadi Pendidikan Agana Kristen adalah menolong orang lain agar anak didik hidup dibawah pimpinan roh kudus.

Werner C. Graendorf memberikan pengertian bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah: "Proses pengajaran dan pembelajaran yang berdasarkan Alkitab, berpusatkan pada Kristus dan bergantung pada kuasa Roh Kudus, yang membimbing pada setiap pribadi pada semua tingkat pertumbuhan, melalui pengajaran masa kini ke arah pengenalan dan pengalaman rencana dan kehendak Allah melalui Kristus dalam setiap aspek kehidupan dan memperlengkapi pelayanan yang efektif, yang berpusat pada Kristus Sang Guru Agung dan perintah yang mendewasakan murid."[4]

Pentingnya Keluarga Kristen

Keluarga adalah anugerah Allah yang tidak ternilai harganya. Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan yang pertama dan terutama bagi anak. Keluarga Kristenlah yang memegang peranan yang terpenting dalam Pendidikan Agama Kristen. Keluarga adalah sebagai satu kesatuan pokok bagi seluruh masyarakat. Apabila keluarga kuat dan sehat, maka masyarakat umum pun juga akan kuat. Keluarga adalah suatu persekutuan yang terdiri dari orang-orang yang saling terikat oleh ikatan darah dan perhubungan sosial yang paling kuat.

Keluarga Kristen yang telah dikuasai oleh Tuhan Yesus, pasti keluarga itu akan menjadi taat dan kuat di dalam Tuhan dan mereka akan mengembangkan dan mematangkan pribadi-pribadi Kristen yang luhur. Keluarga Kristen merupakan suatu persekutuan antara anak-anak dengan orangtuanya,yang sanggup menciptakan suasana kristen sejati di dalam lingkungan mereka sendiri.

Pendidikan agama Kristen dalam keluarga adalah suatu proses di mana nilai-nilai, ajaran, dan keyakinan Kristen diajarkan dan dipraktikkan dalam lingkungan keluarga. Pendidikan agama Kristen ini sangat penting bagi banyak keluarga Kristen karena membantu anggota keluarga untuk memahami iman mereka, mengembangkan hubungan dengan Tuhan, dan mengikuti ajaran-ajaran Yesus Kristus.

Pendidikan agama Kristen dalam keluarga merupakan aspek penting dalam membentuk iman dan nilai-nilai Kristiani pada anggota keluarga. Cara yang tepat dalam memberikan pendidikan agama Kristen dalam keluarga bisa dilihat dari bagaimana Yesus mengajar murid-murid-Nya yang pertama.

Berikut adalah beberapa prinsip yang dapat diambil sebagai pedoman:

1.     Doa Bersama: Yesus seringkali berdoa bersama dengan murid-murid-Nya. Ini adalah cara yang baik untuk memulai pendidikan agama Kristen dalam keluarga. Orang tua dapat mengajak anak-anak mereka untuk berdoa bersama, baik sebelum makan, sebelum tidur, atau dalam berbagai situasi sehari-hari.

2.     Pembacaan Alkitab: Yesus sering menggunakan perumpamaan dan kisah-kisah dari Alkitab untuk mengajar murid-murid-Nya. Orang tua dapat membaca dan menjelaskan kisah-kisah Alkitab kepada anak-anak mereka, serta mengaitkannya dengan pelajaran moral dan nilai-nilai Kristiani.

3.     Konteks Sehari-hari: Yesus seringkali mengajar dalam konteks kehidupan sehari-hari. Orang tua dapat menggunakan situasi sehari-hari untuk mengajarkan prinsip-prinsip Kristiani kepada anak-anak mereka. Misalnya, ketika menghadapi konflik atau kesulitan, orang tua dapat mengajarkan tentang pengampunan dan kasih.

4.     Teladan: Yesus memberikan teladan yang kuat kepada murid-murid-Nya. Orang tua juga harus memberikan teladan yang baik dalam hidup Kristiani mereka sendiri. Ini mencakup menjalankan nilai-nilai seperti kasih, kesabaran, kejujuran, dan kerendahan hati.

5.     Kesempatan untuk Bertanya: Yesus selalu memberikan kesempatan kepada murid-murid-Nya untuk bertanya. Orang tua harus membuka pintu untuk anak-anak mereka bertanya tentang iman dan agama Kristen. Mereka harus siap untuk menjawab pertanyaan dengan jujur ​​dan memahami.

6.     Pelayanan dan Kebaikan: Yesus juga mengajarkan murid-murid-Nya untuk melayani orang lain dan berbuat baik. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak mereka pentingnya berbagi, melayani, dan membantu sesama.

7.     Komunitas Gereja: Yesus mengajar murid-murid-Nya dalam konteks komunitas. Orang tua dapat membawa anak-anak mereka ke gereja dan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan gereja untuk memperkuat iman mereka dan membangun hubungan dengan sesama percaya.

Pendidikan agama Kristen dalam keluarga haruslah berfokus pada pengembangan iman, karakter, dan nilai-nilai Kristiani. Orang tua memiliki peran utama dalam membentuk dasar iman anak-anak mereka, dan mereka harus melakukannya dengan kasih, kesabaran, dan teladan yang baik. Pendidikan agama Kristen dalam keluarga adalah suatu upaya berkelanjutan yang memungkinkan anggota keluarga untuk tumbuh dalam iman mereka dan mengalami iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah bagian penting dari pewarisan iman Kristen dari satu generasi ke generasi berikutnya.

b.     Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga menurut injil Matius 28 : 18-20

Dalam Alkitab, kita dapat menemukan beberapa petunjuk tentang bentuk pendidikan agama Kristen dalam keluarga berdasarkan cara yang diajarkan kepada murid-murid pertama oleh Yesus. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah ajaran-Nya kepada para murid sebelum Ia naik ke surga. Ajaran ini dikenal sebagai "Perintah Terakhir" atau "Perintah Agung." Ditemukan dalam Injil Matius 28:18-20 (TB) yang berbunyi:

"Dan Yesus datang dan berbicara kepada mereka serta berkata: 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepada kamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'"

Matius 28:18-20 adalah salah satu ayat dalam Alkitab yang penting dalam ajaran Kristen. Ayat ini berasal dari Perjanjian Baru dan merujuk pada perintah terakhir Yesus kepada para murid-Nya sebelum Dia naik ke surga. Ayat tersebut dalam bahasa Indonesia (terjemahan Alkitab TB) adalah sebagai berikut:

Pergilah dan Jadikan Murid: Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan membuat murid-murid baru. Ini adalah tugas penginjilan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Kristus kepada semua bangsa.

Baptislah Mereka dalam Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus: Baptisan adalah tindakan simbolis di mana seseorang menyatakan iman mereka kepada Kristus dan dimasukkan ke dalam komunitas Kristen. Ini adalah langkah pertama dalam mengikut Yesus.

Ajarlah Mereka Melakukan Segala Sesuatu yang Telah Kuperintahkan kepada Kamu: Ini mengacu pada ajaran dan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid selama pelayanan-Nya. Para pengikut Kristus harus mengajarkan dan mematuhi ajaran-ajaran ini.

Ayat ini adalah landasan penting bagi misi penginjilan dalam Kekristenan, dan mengingatkan pengikut Kristus untuk terus menyebarkan pesan Injil dan mengajar orang-orang tentang ajaran-ajaran Kristus, dengan keyakinan bahwa Yesus akan selalu menyertai mereka dalam misi ini.

Dari pernyataan Yesus ini, kita dapat menyimpulkan beberapa prinsip penting dalam pendidikan agama Kristen dalam keluarga:

1.     Pengajaran: Orangtua Kristen harus mengajar anak-anak mereka tentang ajaran-ajaran Kristus dan Firman Tuhan. Ini bisa dilakukan melalui membaca Alkitab bersama-sama, mengikuti kelas-kelas agama, dan berdiskusi tentang iman dan nilai-nilai Kristen.

2.     Pemberian Teladan: Orangtua harus memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari mereka. Anak-anak harus melihat orangtua mereka menjalani iman Kristen dengan tulus, seperti mengasihi sesama, berbuat baik, dan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Kristiani.

3.     Pengenalan Baptisan: Baptisan adalah tanda pengikut Kristus yang diinstruksikan oleh Yesus. Orangtua Kristen seharusnya memperkenalkan konsep baptisan kepada anak-anak mereka dan menjelaskan maknanya sebagai komitmen untuk mengikuti Yesus Kristus.

4.     Pengajaran Praktis: Yesus mengatakan agar kita mengajarkan orang lain untuk melakukan segala sesuatu yang Dia perintahkan. Ini mencakup pengajaran nilai-nilai moral, etika Kristen, dan praktik doa serta ibadah.

5.     Kehadiran Roh Kudus: Yesus menjanjikan bahwa Dia akan menyertai kita melalui Roh Kudus. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang peran Roh Kudus dalam hidup Kristen dan pentingnya memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.

KESIMPULAN

Pendidikan agama Kristen dalam keluarga harus didasarkan pada kasih, pengertian, dan kasih sayang yang merupakan salah satu prinsip fundamental dalam ajaran Kristen. Kasih adalah nilai sentral dalam ajaran Kristiani dan memainkan peran penting dalam membentuk karakter anak-anak dalam konteks agama Kristen. Dengan mengintegrasikan kasih sebagai prinsip utama dalam pendidikan agama Kristen di keluarga, orangtua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh dalam iman Kristen yang kuat dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai kasih, pengampunan, dan pelayanan yang dijunjung tinggi dalam agama Kristen. Selain itu, penting untuk memahami bahwa setiap keluarga dapat mengadaptasi prinsip-prinsip ini sesuai dengan kebutuhan dan konteks mereka sendiri, sehingga pendidikan agama dapat menjadi pengalaman yang bermakna dan relevan bagi setiap anggota keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Hardi Budiyana, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Kristen, (Karanganyar, Berita Hidup Seminary, 2011), 6

Groome H. Thomas, Christian Religious Education, Jakarta: BPK. Gunung Mulia,2010.

Harianto, GP, Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab dan Dunia Pendidikan Masa Kini, Yogyakarta: Andi Offset, 2012

H. Enklaar, E.G. Homrighousen, Pendidikan Agama Kristen, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2009

Kuiper de, Arie, Missiologia, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2009 Nuhamara, Daniel, Pembimbing Pendidikan Agama Kristen, Bandung, Jurnal Info Media, 2009

Thompson L. Majorie, Keluarga Sebagai Pusat Pembentukan, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2011. Yakob Tomatala. Teologi Misi, Jakarta: YT Leadership Foundation, 2003.



[1] H. Enklaar, E.G. Homrighousen, Pendidikan Agama Kristen, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2009

[2] Hardi Budiyana, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Kristen, (Karanganyar, Berita Hidup Seminary, 2011), 6

[3] ibid

[4] ibid

monikae

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar