ARTIKEL “PEMAHAMAN DASAR PENELITIAN KUALITATIF”
MATA KULIAH
METODE PENEITIAN KUALITATIF
DOSEN : PROF. Dr. HELMUTH YAN BUNU M.Pd
Oleh : MONIKAE
NIM 224241045
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI (IAKN)
PALANGKA RAYA - KALIMANTAN TENGAH
2023
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Daftar Isi
1. PENDAHULUAN 1
2. PEMBAHASAN
A. Memahami Penelitian Kualitatif………………………………………………….............................6
B. Manfaat Penelitian kualitatif.…………………………………………………..................................8
C. Ciri-ciri Penelitian Kualitatif ……………………………………………………..........................10
3. KESIMPULAN
Kesimpulan………………………………………………………………………...................................17
Saran…………………………………………………………………………….....................................17
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………...................18
1. PENDAHULUAN
Sebagian besar dari kita menyadari bahwa kemajuan yang telah dibuat dalam masyarakat sebagian besar merupakan hasil penelitian. Penelitian umumnya terlalu berorientasi pada eksperimen seperti yang dilakukan dalam ilmu-ilmu sosial, kesehatan, dan teknologi.
Rancangan penelitian sepadan pengertiannya dengan desain penelitian. Menurut Herlinger (dalam Sutopo, 2006:156) rancangan penelitian merupakan rencana, struktur, dan strategi penelitian yang diharapkan dapat menjawab pertanyaan penelitian dan mengendalikan variance.
Rancangan penelitian itu dapat berupa skema menyeluruh, atau dalam bentuk rencana program penelitian. Rancangan penelitian disusun dengan mempertimbangkan pada jenis masalah yang dikaji dalam penelitian, pengalaman pribadi peneliti, dan target atau sasaran dari pembacanya. Di dalam rancangan penelitian terdapat rencana dan prosedur atau strategi penelitian meliputi asumsi-asumsi filosofis yang mendasari penelitian, hingga metode dalam pengumpulan dan analisis serta interprestasi data.
Penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian yang digunakan dalam ilmu sosial dan humaniora untuk memahami fenomena manusia, masyarakat, dan budaya secara mendalam. Penelitian ini berfokus pada pemahaman konteks, makna, dan pengalaman individu atau kelompok dalam suatu situasi tertentu. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang bersifat deskriptif dan eksploratif. Tujuan utamanya adalah untuk memahami fenomena sosial dengan mendalam, bukan untuk mengukur atau menguji hipotesis seperti dalam penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif cenderung bersifat holistik, artinya menggali seluruh aspek yang relevan dari fenomena yang diteliti.
2. PEMBAHASAN
Berbagai macam definisi penelitian menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut:
Menurut badan Directorate of Distance Education (2012), penelitian merupakan kegiatan akademik yang melibatkan identifikasi masalah penelitian, merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data serta mencapai kesimpulan tertentu berupa solusi atau teori umum.
Pendapat Kumar (2011), bahwa penelitian dilakukan dalam sebagian besar profesi. Lebih dari satu keterampilan, penelitian adalah cara berpikir: memeriksa secara kritis berbagai aspek pekerjaan profesional sehari-hari; pengertian dan merumuskan prinsip-prinsip panduan yang mengatur prosedur tertentu; dan mengembangkan dan menguji yang baru teori yang berkontribusi pada kemajuan praktik dan profesi.
Kothari (2004) berpandangan tentang penelitian merupakan kontribusi orisinal untuk mendapatkan pengetahuan yang ada, memperoleh kebenaran dengan bantuan studi, pengamatan, perbandingan dan percobaan. Singkatnya, pencarian pengetahuan melalui metode yang objektif dan sistematis serta menemukan solusi untuk suatu masalah adalah penelitian.
Selanjutnya Walliman (2011) melihat penelitian adalah tentang memperoleh pengetahuan dan mengembangkan pemahaman, mengumpulkan fakta dan menafsirkannya untuk membangun gambaran dunia.
Singh (2006) menganggap bahwa penelitian hanyalah proses sampai menemukan sebuah solusi yang dapat diandalkan untuk suatu masalah melalui pengumpulan, analisis, dan interpretasi data yang terencana dan sistematis. Penelitian adalah yang terpenting proses untuk memajukan pengetahuan, untuk mempromosikan dan untuk memungkinkan manusia untuk berhubungan lebih efektif dengan lingkungan untuk mencapai tujuann dan menyelesaikan konfliknya. Meskipun itu bukan satu- satunya cara, tetapi penelitian adalah salah satu cara yang lebih efektif untuk memecahkan masalah ilmiah.
Penelitian berarti pencarian teknis dan terorganisir untuk menemukan informasi yang relevan tentang topik tertentu. Penelitian adalah kegiatan akademis dan karena itu istilah tersebut harus digunakan dalam pengertian teknis dan ilmiah. Menurut Clifford Woody penelitian terdiri dari masalah, merumuskan hipotesis atau solusi yang disarankan, mengumpulkan, mengatur dan mengevaluasi data; melakukan pemotongan dan mencapai kesimpulan; dan akhirnya dengan hati- hati menguji kesimpulan untuk menentukan apakah mereka cocok dengan merumuskan hipotesis. Di dalam Encyclopaedia of Social Sciences, Slesinger dan Stephenson mendefinisikan penelitian sebagai manipulasi hal, konsep atau simbol untuk tujuan generalisasi ke memperluas, mengoreksi atau memverifikasi pengetahuan, apakah pengetahuan itu membantu dalam konstruksi teori atau dalam praktik seni.
Penelitian dalam bahasa umum mengacu pada pencarian pengetahuan. Penelitian sebagai pencarian ilmiah dan sistematis untuk informasi yang relevan tentang topik tertentu. Bahkan, penelitian adalah seni penyelidikan ilmiah. Makna lain penelitian yaitu sebagai penyelidikan atau penyelidikan yang cermat khususnya melalui pencarian fakta-fakta baru dalam cabang pengetahuan apa pun.
Penelitian secara tradisional didefinisikan sebagai pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan dan menemukan solusi untuk masalah. Tujuan dilakukan sebuah penelitian yaitu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan secara teoritis untuk kepentingan tertentu.
Sejarah penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif memiliki sejarah yang panjang dan khas dalam disiplin ilmu sosial dan humaniora. Dalam disiplin ilmu sosiologi, Chicago pada tahun 1920 an dan tahun 1930 an meneguhkan pentingnya penelitian kualitatif untuk mengkaji kehidupan manusia. Sementara itu di bidang antropologi dalam kurun waktu yang sama kajian-kajian dari perintis penelitian seperti Boss, Mead, Benedict, Beteson, Evans-Pritchard, Radcliffe-Brown, dan Malinowski memetakan garis-garis besar metode tugas lapangan (fieldwork method), yang kontek penelitiannya mengkaji adat dan kebiasaan masyarakat serta kebudayaan. (penjelasan lebih lanjut baca: Rosaldo, 1989, halaman 25-45).
Metodologi penelitian kualitatif yang beragam dapat dipandang sebagai brikolase (solusi), dan peneliti sebagai bricoleur (manusia serba bisa, mandiri dan profesional). (dalam Nelson, Treicher, dan Grossberg, 1992). Bricoleur mahir dalam melaksanakan sejumlah pekerjaan besar, mulai dari wawancara mendalam, observasi, penafsiran dokumen pribadi dan historis, refleksi, serta instropeksi diri yang mendalam. Bricoleur banyak membaca dan berwawasan luas mengenai berbagai paradigma interpretif (feminisme, kontruktivisme) marxisme, yang kajian-kajian dapat memecahkan persoalan apa saja.. kebudayaan, difungsikan untuk memecahkan persoalan apa saja.
A. Memahami Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif bukanlah penelitian yang datanya kualitatif (kalimat bukan angka), tetapi penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan pengamatan partisipatif dan wawancara mendalam. Meskipun data penelitian yang dimiliki berupa uraian kalimat, akan tetapi prosesnya tidak dilakukan secara pengamatan partisipatif, maka penelitian itu bukan penelitian kualitatif.
Untuk mengadakan pengkajian selanjutnya terhadap istilah penelitian kualitatif perlu kiranya dikemukakan beberapa definisi Pertama, Bogdan dan Taylor (1975:5) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilakuyang dapat diamati. Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh) Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari sesuatu keutuhan.
Sejalan dengan definisi tersebut, kirk dan Miller (19869) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergunting dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupu dalam peristilahannya. Selanjutnya, pengkajian definisi inkuiri alamiah telah diadakan terlebih dahulu oleh Willem dan Rausch (1969), kemudian hasil mereka diulas lagi oleh Guba (lihat terjemahan St. Zanti Arbi, 1987- 17), dan akhirnya disimpulkan atas dasar ulasan tersebut beberapa hal sebagai berikut: (1) inkuiri naturalistik selalu adalah suatu taraf (2) taraf sejauh mana tingkatan pengkajian adalah naturalistik merupakan fungsi sesuatu yang dilakukan oleh peneliti; (3) yang dilakukan oleh peneliti berkaitan dengan stimulus variabel-bebas atau kondisi-antisiden yang merupakan dimensi penting sekali (4) dimensi penting lainnya ialah apa yang dilakukan oleh peneliti dalam membatasi rentangan respons dari keluaran subjek; (5) inkuir naturalistik tidak mewajibkan peneliti agar terlebih dahulu membentuk konsepsi-konsepsi atau teori-teori tertentu mengenal lapangan perhatiannya; sebaliknya ia dapat mendekati lapangan perhatiannya dengan pikiran yang murni dan memperkenakan interprestasi-interprestasinya muncul dari dan dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa nyata, dan bukan sebaliknya. Walaupun demikian, suatu pendekatan yang secara konseptual kosong tidaklah tepat dan naif; dan (6) istilah naturalistik merupakan istilah yang memodifikasi penelitian atau metode, tetapi tidak memodifikasi gejala-gejala.
Selain definisi-definisi tersebut, di bawah ini dikemukakan pula beberapa definisi lainnya sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran yang luasdan mendalam. David Williams (1995) menulis bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu daftar alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertank secara alamiah. Jelas definisi ini memberi gambaran bahwa penelitian kualitatif mengutamakan latar alamiah, metode alamiah dan dilakukan oleh orang yang mempunyai perhatian alamiah.
Penulis buku penelitian kualitatif lainnya (Denzin dan Lincol 1987) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomen yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Dari segi pengertian ini, para penulis masih te mempersoalkan latar alamiah dengan maksud agar hasilnya dapat digunakan untuk menafsirkan fenomna dan yang dimanfaatkan untuk penelitian kualitatif adalah berbagai macam metode penelitian. Dalam penelitian kualitatif metode yang biasanya dimanfaatkan adalah wawancaea, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen.
Penelitian kuantitatif dari sisi definisi lainnya dikemukakan bahwa hal itu merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku untuk sekelompok orang. Ternyata definisi ini hanya mempersoalkan satu metode yaitu wawancara terbuka, sedang yang penting dari definisi ini mempersoalkan apa yang diteliti yaitu upaya memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku baik individu maupun sekelompok orang.
Penulis lainnya memaparkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam satu latar yang berkonteks khusus.
Pengertian ini hanya mempersoalkan dua aspek yaitu pendekatan penelitian yang digunakan adalah naturalistik sedang upaya dan tujuannya adalah memahami suatu fenomena dalam suatu konteks khusus. Hal itu berarti bahwa tidak seluruh konteks dapatlah diteliti tetapi penelitian kualitatif itu harus dilakukan dalam suatu konteks yang khusus.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya. Jelas bahwa pengertian ini mempertentangkan penelitian kualitatif yaitu dengan menonjolkan bahwa usaha kuantifikasi apapun tidak perlu digunakan pada penelitian kualitatif.
Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti yang rinci, dibentuk dengan kata- kata, gambaran holistic dan rumit.Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang sesuatu upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik dan rumit.
Terakhir menurut Jane Richie, penelitian kualitatif adalah upaya untuk menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, perilaku, persepsi, dan persoalan tentang manusia yang teliti. Kembali pada definisi di sini dikemukakan tentang peranan penting dari apa yang seharusnya diteliti yaitu konsep, perilaku, persepsi dan persoalan tentang manusia yang teliti.
Dari kajian dari definisi-definisi tersebut disintesiskan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi tindakan, dll., secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
B. Manfaat penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif dimanfaatkan untuk keperluan:
a) Memahami perilaku dan penelitian motivasional
b) memahami isu-isu rumit sesuatu proses
c) memahami isu-isu rinci tentang situasi dan kenyataan yang dihadapi seseorang.
d) untuk memahami isu-isu yang sensitif. e) untuk meneliti latar belakang fenomena yang tidak dapat diteliti melalui penelitian kuantitatif.
f) digunakan untuk lebih dapat memahami setiap fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui. g) digunakan untuk menemukan perspektif baru tentang hal-hal yang sudah banyak diketahui.
Konsep Dasar Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penonjolan proses penelitian dan pemanfaatan landasan teori dilakukan agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar belakang penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Penelitian kualitatif disebut juga interpretative research, naturalistic research, phenomenological research. Pendekatan dengan atau kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu(dlm konteks tertentu),serta lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif juga lebih mementingkan proses daripada hasil akhir. Oleh karena itu urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah mengembangkan pengertian,konsep-konsep,yang pada akhirnya menjadi teori. Tahap ini dikenal sebagai"grounded theory research".
Dasar teori penelitian kualitatif sebagai pijakan ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti. Pada mulanya teori-teori kualitatif muncul dari penelitian-penelitian antropologi, etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan terbuka maka ilmu sosial lainnya mengadopsi sebagai sarana penelitiannya.
Desain penelitian kualitatif bersifat umum dan berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan situasi dilapangan. Oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan terbuka. Sedangkan datanya bersifat deskriptif, yaitu data berupa gejala-gejala yang dikategorikan atau berupa bentuk lainnya seperti foto, dokumen, catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan.
Sampel yang digunakan ditekankan pada kualitasnya bukan pada jumlahnya. Sampel juga dipandang sebagai sampel teoritis dan tidak representatif. Dalam penelitian kualitatif digunakan teknik observasi terlibat langsung atau riset partisipatori, seperti yang dilakukan oleh para peneliti bidang antropologi dan etnologi sehingga peneliti terlibat langsung atau berbaur dengan yang diteliti. Peneliti tidak mengambil jarak dengan objek yang diteliti. Sehingga terbangun rasa saling percaya. Dalam praktiknya, peneliti akan melakukan review terhadap berbagai dokumen atau foto-foto. Interview yang digunakan ialah interview terbuka, terstruktur atau tidak terstruktur dan tertutup terstruktur atau tidak terstruktur. Sementara analisis datanya bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian, pembangunan suatu teori baru.
B. Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif
Metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Miles and Huberman 1994: 6-7).
Bogdan dan Biklen (1982, 27-30) mengajukan lima ciri penelitian kualitatif, sedangkan Lincoln dan Guba (1985, 39-44) mengupas sepuluh ciri penelitian kualitatif. Uraian di bawah ini merupakan hasil pengkajian dan sintesis kedua versi tersebut.
1. Latar Alamiah
Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (entity). Hal ini dilakukan, menurut Lincoln dan Guba (1985, 39), karena ontologi alamiah menghendaki adanya kenyataan-kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya.
Uraian tersebut membawa peneliti untuk memasuki dan melibatkan sebagian waktunya apakah di sekolah keluarga, tetangga, dan lokasi lainnya untuk meneliti masalah pendidikan atau sosiologi. Peneliti yang mengadakan penelitian terhadap mahasiswa kedokteran, misalnya, mengikuti mahasiswa sebagai subjek penelitiannya ke dalam ruang kuliah, laboratorium, rumah sakit, dan tempat-tempat yang biasanya digunakan oleh mereka untuk berkumpul seperti kafetaria, asrama, tempat-tempat pertemuan, dan sebagainya. Contoh lainnya, suatu penelitian yang dilakukan Ogbu (dalm Bogdan dan Biklen, 1982:27) diselesaikan dalam duapuluh satu bulan dengan dengan jalan mengadakan pengamatan dan wawancara terhadap guru, siswa, kepala sekolah, keluarga, dan anggota dewan sekoalh (school board).
Beberapa ahli menyatakan dari penelitian kualitatif yang membedakan dengan penelitian lainnya. Menurut pandangan Creswell (1994, 1998, 2008), Denzim dan Lincoln (1994, 2009), serta pandangan Guba & Lincoln, dikemukakan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:
Konteks dan Setting Alamiah (naturalistic) Penelitian kualitatif merupakan penelitian denga konteks dengan setting apa adanya atau alamiah (naturalistic), bukan melakukan eksperimen yang dikontrol secara ketat atau memanipulasi variabel. "Haram" hukumnya bagi seorang peneliti kualitatif untuk memanipulasi setting alamiah (ligkungan, situasi-kondisi,relasi antar individu nilai budaya,pola pikir,dan lain-lain yang ada. Biarkan setting tersebut apa adanya,karena tugas peneliti hanya memotret menjabarkan suatu fenomena apa adanya.
2. Manusia sebagai Alat (Human Instrument)
Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu dilakukan karena, jika memanfaatkan alat yang bukan manusia dan mempersiapkannya terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan dalam penelitian klasik, maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan. Selain itu, hanya "manusia sebagai alat" sajalah yang dapat berhubungan dengan responden atau objek lainnya, dan hanya manusialah yang mampu memahami kaitan kenyataan- kenyataan di lapangan. Hanya manusia sebagai instrumen pulalah yang dapat menilai apakah kehadirannya menjadi faktor pengganggu itu, pada waktu sehingga apabila terjadi hal yang demikian ia pasti dapat menyadari karena serta dapat mengatasinya. Oleh mengumpulkan data di lapangan, peneliti berperan serta dalam kegiatan kemasyarakatan.
Bertujuan untuk Mendapatkan Pemahaman Yang Mendalam Tentang Suatu Fenomena. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait dengan masalah- masalah manusia dan sosial. Dengan mengintegrasikan bagaimana subyek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi prilaku mereka. Bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari suatu realitas seperti yang dilakukan oleh peneliti kuantitatif. Esensi dari peneli kualitatif adalah memahami. Memahami disini bukan sekedar paham, tetapi lebih dalam lagi yaitu memahami hingga inti fenomena yang diteliti sehingga memahami atau understanding menjadi tujuan penelitian kualitatifPenelitian Kualitatif bersifat Fleksibel
Penelitian kualitatif bersifat fleksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus, teknik pengumpulan data yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat berubah dilapangan mengikuti situasi dan perkembangan penelitian. Ketika pada awal penelitian, hanya observasi dan wawancara saja yang digunakan dalam teknik pengumpulan teknik, tetapi jika diperlukan teknik lain yang bersifat mendukung seperti Focus Group Discusion (FGD), dokumentasi, maka teknik tersebut dapat digunakan pada saat itu juga. Demikian halnya dengan subyek penelitian, jika pada awal penelitian, seseorang peneliti telah menentukan subyek penelitiannya, tetapi ketika menentukan subyek penelitiannya, tetapi ketika ditengah penelitian, karena suatu situasi dan kondisi penambahan/pengurangan tertentu diperlukan penambahan/pengurangan jumlah subjek atau informasi penelitian, maka hal tenik pengumpulan data dan subyek penelitian yang dapat berubah seiring dengan situasi dan kondisi berjalannya penelitian, pertanyaan penelitian pun dapat berubah menjadi lebih luas dan lebih kompleks jika temuan dilapangan ternyata menghasilkan temuan yang lebih luas dan lebih detail dari perkiraan sebelumnya sehingga perluasan dan kompleksitas dari pertanyaan penelitian dapat disesuaikan.
3. Metode Kualitatif
Tekanan metode kualitatif adalah adanya pengamatan partisipatif dan wawancara mendalam, bukan datanya yang bersifat kualitatif.
4. Analisis Data Secara Induktif
Penelitian kualitatif mengutamakan analisis data secara induktif, dari lapangan tertentu yang bersifat khusus, untuk ditarik suatu proposisi atau teori yang dapat digeneralisasikan secara luas
5. Teori dari Dasar (grounded theory)
Penelitian kualitatif lebih menghendaki penyusunan teor substantif yang berasal dari data. Hal ini disebabkan karena Pertama, tidak ada teori a priori yang dapat mencakupi kenyataan- kenyataan ganda yang mungkin akan dihadapi; kedua, penelitian in mempercayai apa yang dilihat sehingga ia berusaha untuk sejauh mungkin menjadi netral; dan ketiga, teori dari pemahaman yang mendasar dapat merespon nilai-nilai kontekstual.
6. Deskriptif
Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Dengan demikian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memben gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut, mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.
7. Lebih Mementingkan Proses daripada Hasil
Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi "proses" daripada "hasil". Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. Bogdam dan Biklen (1982:29) memberikan contoh seorang peneliti yang menelaah sikap guru terhadap karakteristik siswa tertentu.
8. Adanya "Batas" yang Ditentukan oleh "Fokus"
Penelitian kualitatif menghendaki ditetapkannya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
-batas menentukan kenyataan ganda yang mempertajam focus kemudian
-penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan fokus
9. Adanya Kriteria Khusus untuk Keabsahan Data Penelitian kualitatif mendefinisikan validitas, reabilitas, dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan lazim digunakan dalam penelitian klasik.
10. Desain yang Bersifat Sementara
Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus- menerus disesuaikan dengan kenyataan lapangan. Jadi, tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat dan kaku sehingga tidak dapat diubah lagi.
Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
1. tidak dapat dibayangkan sebelumnya tentang kenyataan- kenyataan di lapangan
2. tidak dapat diramalkan sebelumnya apa yang akan berubah karena hal itu akan terjadi dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan
3. bermacam sistem nilai yang terkait hubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan.
Teori dalam Penelitian Kualitatif
Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan harus sudah jelas, karena teori disini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis, dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai.
Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian kuantitatif itu bersifat menguji hipotesis atau teori, sedangkan dalam penelitian kualitatif bersifat menemukan teori.
Dalam penelitian kuantitatif jumlah teori yang digunakan sesuai dengan jumlah variabel yang diteliti, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik, jumlah teori yang harus dimiliki oleh peneliti kualitatif jauh lebih banyak karena harus disesuaikan dengan fenomena yang berkembang di lapangan. Peneliti kualitatif akan lebih profesional kalau menguasai semua teori sehingga wawasannya akan menjadi lebih luas, dan dapat menjadi instrumen penelitian yang baik. Teori bagi peneliti kualitatif akan berfungsi sebagai bekal untuk bisa memahami konteks sosial secara lebih luas dan mendalam. Walaupun peneliti kualitatif dituntut untuk menguasai teori yang luas dan mendalam, namun dalam melaksanakan penelitian kualitatif, peneliti kualitatif harus mampu melepaskan teori dimiliki tersebut dan tidak digunakan sebagai panduan untuk menyusun instrumen dan sebagai panduan untuk wawancara, dan observasi. Peneliti kualitatif dituntut dapat menggali data berdasarkan apa yang diucapkan, dirasakan, dan dilakukan oleh partisipan atau sumber data. Peneliti kualitatif harus bersifat "perspektif emic" artinya memperoleh data bukan "sebagai mana seharusnya", bukan berdasarkan apa yang dipikirkan oleh peneliti, tetapi berdasarkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang dialami, dirasakan, dan dipikirkan oleh partisipan/sumber data. Yang luas sehingga Oleh karena itu penelitian kualitatif jauh lebih sulit dari penelitian kuantitatif, karena peneliti kualitatif harus berbekal teori yang mampu menjadi "human instrumen" yang baik. Dalam hal ini dan Gall 1988 menyatakan bahwa "Qualitative research is much more difficult to do well than quantitative research because the data collected are usually subjective and the main measurement tool for collecting data is the investigator himself". Penelitian kualitatif lebih sulit bila dibandingkan dengan penelitian kualitatif, karena data yang terkumpul bersifat subyektif dan instrumen sebagai alat pengumpul data adalah peneliti itu sendiri.
Untuk dapat menjadi instrumen penelitian yang baik, peneliti kualitatif dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, baik wawasan teoritis maupun wawasan yang terkait dengan konteks sosial yang diteliti yang berupa nilai, budaya, keyakinan, hukum, adat istiadat, yang terjadi dan berkembang pada konteks sosial tersebut. Bila peneliti tidak memiliki wawasan yang luas, maka peneliti akan sulit membuka pertanyaan kepada sumber data, sulit memahami apa yang terjadi, tidak akan dapat melakukan analisis secara induktif terhadap data yang diperoleh. Sebagai contoh seorang peneliti bidang manajemen akan merasa sulit untuk mendapatkan data tentang kesehatan, karena untuk bertanya pada bidang kesehatan saja akan mengalami kesulitan. Demikian juga peneliti yang berlatar belakang pendidikan, akan sulit untuk bertanya dan memahami bidang antropologi.
Peneliti kualitatif dituntut mampu mengorganisasikan semua teori yang dibaca. Landasan teori yang dituliskan dalam proposal penelitian lebih berfungsi untuk menunjukkan seberapa jauh peneliti memiliki teori dan memahami permasalahan yang diteliti walaupun masih permasalahan tersebut bersifat sementara itu. Oleh karena itu landasan teori yang dikemukakan tidak merupakan harga mati, tetapi bersifat sementara. Peneliti kualitatif justru dituntut untuk melakukan grounded research, yaitu nenemukan teori berdasarkan data yang diperoleh di lapangan atau situasi social.
3. KESIMPULAN
a. Kesimpulan
Penelitian kualitatif bersifat fleksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus, teknik pengumpulan data yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat berubah dilapangan mengikuti situasi dan perkembangan penelitian. Ketika pada awal penelitian, hanya observasi dan wawancara saja yang digunakan dalam teknik pengumpulan teknik, tetapi jika diperlukan teknik lain yang bersifat mendukung seperti Focus Group Discusion (FGD), dokumentasi, maka teknik tersebut dapat digunakan pada saat itu juga. Demikian halnya dengan subyek penelitian, jika pada awal penelitian, seseorang peneliti telah menentukan subyek penelitiannya, tetapi ketika menentukan subyek penelitiannya, tetapi ketika ditengah penelitian, karena suatu situasi dan kondisi penambahan/pengurangantertentu diperlukan penambahan/pengurangan jumlah subjek atau informasi penelitian, maka hal tenik pengumpulan data dan subyek penelitian yang dapat berubah seiring dengan situasi dan kondisi berjalannya penelitian, pertanyaan penelitian pun dapat berubah menjadi lebih luas dan lebih kompleks jika temuan dilapangan ternyata menghasilkan temuan yang lebih luas dan lebih detail dari perkiraan sebelumnya sehingga perluasan dan kompleksitas dari pertanyaan penelitian dapat disesuaikan.
Penelitian kualitatif adalah metode yang kuat untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat, mengumpulkan data dengan hati-hati, menganalisis data secara teliti, dan menginterpretasikan hasil, penelitian kualitatif dapat memberikan wawasan yang berharga tentang dunia sosial dan manusia. Namun, penelitian kualitatif juga memerlukan kesabaran, dedikasi, dan keterampilan analisis yang kuat.
b. Saran
Untuk menambah referensi penulisan artikel selanjutnya ada saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut, yaitu perlu mempelajari dan memahami lebih dalam lagi penelitian kualitatif dan kuantitatif sehingga untuk memudahkan dalam memahami dasar penelitian kualitatif.
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Helmuth Y. Bunu, M.Pd,Metologi Penelitian Kualitatif, (Bandar lampung : PUSAKA MEDIA,2022)
Prof.Dr.Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D, Penerbit ALFABETA, Bandung,2022
Dr. Rukin,S.Pd, M.Si, Metodologi Penelitian Kualitatif,Yayasan Ahmar Cendikia Indonesia, Takalar, 2019

0 komentar:
Posting Komentar