PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
MENINGKATKAN
MINAT BELAJAR PAK MELALUI METODE MIND MAP TEMA PRIBADI DAN LINGKUNGAN KELAS IV SDN 2 SAMBA DANUM TAHUN 2020
OLEH :
MONIKAE,S.Th
NIP.19830820 200804 2 003
LEMBAR PENGESAHAN
Judul PTK : Meningkatkan Minat Belajar Pak Melalui Metode
Mind Map Tema Pribadi Dan Lingkungan
Kelas IV SDN 2 Samba Danum Tahun 2020
Nama : MONIKAE,S.Th
NIP : 19830820 200804 2 003
Pangkat/Golongan : Penata TK I / III D
Jabatan : Guru Muda
Unit
Kerja
: SDN 2 Samba Danum
Bidang
Studi : Guru Agama Kkristen
|
Mengetahui: Kepala Sekolah, SUMARSIH,S.PD.SD NIP.19670828199309
2 001 |
Praktian, MONIKAE,S.Th NIP.19830820200804
2 003 |
KATA PENGANTAR
Puji syukur kapada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat dan karunia-Nya penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat
diselesaikan tapat pada waktunya. Dengan diberlakukannya Permeneg PAN dan RB
Nomor 16 tahun 2009 maka guru diwajibkan menyusun karya ilmiah.
Untuk mendukung penilaian kinerja guru dalam proses
belajar-mengajar diperlukan sebuah penelitian sebagai bukti guru menjalankan
proses belajar-mengajar dengan baik. Penulis membuat PTK dengan judul
“Meningkatkan Minat Belajar PAK melalui Metode Mind Map Tema Pribadi dan Lingkungan Kelas IV SDN 2 Samba Danum Tahun
2020.
Harapan penulis PTK ini dapat membantu sisiwa mudah
memahami materi pelajaran dan memotivasi guru yang lain untuk mencari
kreatifitas lain agar siswa senang belajar. Akhir kata penulis ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sejak proses penyusunan sampai
dengan PTK ini diterima oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan.
Tumbang
Samba, November 2020
MONIKAE
DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................................................... i
Lembar Pengesahan.......................................................................................................... ii
Kata Pengantar............................................................................................................. iii
Daftar Isi.......................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1. Pentingnya pembelajaran PAK........................................................................................................ 1
2. Masalah pembelajaran PAK........................................................................................................ 1
3. Masalah pembelajaran pada tema Pribadi dan lingkungan............................................................................................... 2
4. Masalah pembelajaran pada tema pribadi dan lingkungan di SD 2 Samba
danum..................................................................................................... 2
5. Tawaran solusi penyelesaian........................................................................................... 2
6. Merumuskan masalah.................................................................................................. 3
7. Tujuan penelitian................................................................................................. 3
8. Manfaat penelitian................................................................................................. 3
BAB II KAJIAN TEORI DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Kajian teori
1. Penggunaan metode MIND MAP dalam pelajaran................................................................................................ 5
2. Belajar................................................................................................... 6
3. Teori tentang minat belajar.................................................................................................... 7
4. Prestasi belajar.................................................................................................... 8
5. Pengaruh metode MIND MAP pada minat dan hasil prestasi pada Mata . ................................................................................... 8
B. KERANGKA BERPIKIR................................................................................................... 9
C. HIPOTESIS TINDAKAN................................................................................................. 9
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian............................................................................................... 11
3.2 Objek penelitian............................................................................................... 11
3.3 Subjek penelitian............................................................................................... 11
3.4 Sumber data....................................................................................................... 11
3.5 Teknik pengumpulan data....................................................................................................... 11
3.6 Validitas data....................................................................................................... 11
3.7 Teknik analisi data....................................................................................................... 12
3.8 Indikator kerja...................................................................................................... 12
3.9 Prosedur penelitian............................................................................................... 12
BAB IV HASIL PENELITAN DAN
PEMBAHASAN
4.1 Hasil penelitian
1. Respon siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dengan metode MIND
MAP................................................................................................. 14
2. Data tes hasil belajar kognitif.............................................................................................. 14
4.2 Pembahasan
1. Respon siswa................................................................................................ 15
2. Tes Hasil belajar kognitif.............................................................................................. 15
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan............................................................................................ 16
5.2 Saran..................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Pentingnya pembelajaran PAK
Agama memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan umat
manusia. Agama menjadi penunjuk jalan dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan
yang bermakkna, damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama angat
penting bagi kehidupan umat manusia, maka internalisasi agama dalam kehidupan
setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan,
baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di masyarakat.
Pendidikan agama dimakksud untuk membentuk siswa menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepad Tuhan Yang Maha Esa dan berahklak mulia serta
meningkatkan potensi spiritual. Akhlak mulia mencakup etika,budi pekerti dan
moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual
mencakup pengenalan, pemahaman dan pemahaman nilai-nilai keagamaan dalam
kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan.
Pendidikan agama Kristen merupakan suatu usaha yang dilakukan agar
siswa memiliki kemampuan untuk membangun hidup yang semakin beriman Kristiani
dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran Gereja Kalimantan
Evangelis. Mambangun hidup beriman kristiani berarti membangun kesetiaan pada
Injil Yesus Kkristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakni kerajaan
Allaah. Kerjaan Allah merupakan situasi dan peristiwa penyelamatan : situasi
dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan,kebahagiaan dan kkesejahteraan,
persaudaraan dan kkesetiaan serta kelestarian lingkungan hidup, yang dirindukan
oleh setiap orang dari berbagai agama dan kepercayaan.
2.
Masalah Pembelajaran PAK
Pelajaran PAK,khususnya di sekolah adalah suatu tantangan. Hal ini
disebabkan karena jumlah siswa yang sedikit dan tidak adanya ruang kelas
sehingga pelajaran PAK sering harus berpindah-pindah tempat, kadang di ruang perpustakaan,
kadang di UKS, kadang di gudang bahkan kadang di emperan kelas.
Jumlah siswa yang sedikit dan tempat pembelajran yang
berpindah-pindah menyebabkan siswa kurang berminat untuk mengikuti pembelajaran
PAK. Pembelajaran PAK juga tidak termasuk mata pelajaran yang ikut dalam ujian
Negara. Hal ini menyebabkan siswa menganggap remeh dan semakintidak berminant
untuk mengikuti pelajaran PAK.
Dalam situasi seperti itu guru harus pandai menciptakkan situasi,
kkreatif dan pandai memiliki metode sehingga pemebalajaran PAK dapat lebih
menarik dan membangkitkan minat siswa.
3.
Masalah pembelajaran pada tema “Pribadi dan Lingkungan”
Siswa usia 10-11 tahun (kelas IV SD) pada umumnya mulai mengalami
perubahan-perubahan fisik dan psikis yang mencolok pada dirinya. Perubahan itu
terkadang menimbulkan konflik dalam diri mereka, sehingga mereka seringkali
kelihatan bingung,gelisah,diam dan ada pula yang menjadi nakal.
Oleh karena itu, mereka perlu mendapat pendampingan yang benar.
Membelajarkan materi pribadi dan lingkungan adalah tepat untuk membekali mereka
yang masih remaja. Akan tetapi membelajarkan materi pada anak sedang mengalami
transisi adalah tidak mudah. Tentu saja membutuhkan pendekatan yang tepat untuk
membelajarkan materi tersebut.
4.
Masalah pembelajaran dengan tema “pribadi dan Lingkungan” di SDN 2
Samba Danum
Berdasarkan pengalaman peneliti mengajar di SDN 2 Samba Danum adalah
siswa kurang berminat untuk mengikuti pembelajaran PAK. Siswa juga mengalami
perubahan tingkah laku seperti hal yang diungkapkan di atas. Mereka juga
meganggap remeh pembelajaran PAK karena mereka lebih mementingkan mata
pelajaran lainnya.
Pada saat belajar, siswa cenderung menghafal. Begitu juga materi
pribadi dan lingkungan cenderung dihafal tidak dimaknai isinya. Jadi walau
belajar materi tersebut tingkah laku mereka pun tidak tampak perubahannya.
5.
Tawaran solusi penyelesaian
Untuk mengatasi masalah tersebut diatas,salah satu alternative yang
diajukan peneliti adalah pembelajaran dengan metode mind Map . dengan metode ini siswa diajak untuk memetakan materi
yang harus dipelajari. Siswa diminta untuk mencari hubungan-hubungan yang ada
antar materi dan mencari prasarat-prasarat yang ada. Jadi, anak melakukan
eksplorasi pengetahuan yang dia miliki. Diharapkan siswa lebih tertarik
mengikuti pelajaran khususnya dalam pembelajaran materi Pribadi dan Lingkungan.
Secara khusu pada tema “Pribadi dan Lingkungan “ ini diharapkan
siswa mampu meneukan diri,mengenal dan menerima diri sebagai laki-laki dan
perempuan,serta mampu membentuk dirinya menjadi pribadi yang utuh dan saling
menghargai serta bekerja sama dalam usaha mengembangkan diri sesuai dengan
rencana Allah.
Langkah demi langkah menulis bahwa Mind Map dapat mengatasi
permasalahan dalam belajar yang bersumber dari tidak adanya penggunaan kedua
belah otak secara sinergis. Cara kerja Mind Map sudah sesuai dengan cara kerja
alami otak kita. Mind Map menggunakan kedua belah otak kita secara bersamaan
dan seimbang.
6.
Merumuskan masalah
Berdasarkan latar belakang seperti digambarkan diatas maka dapat
dirumuskan masalah penelitian ini :Apakah pembelajaran PAK tema “Pribadi dan
Lingkungan” melalui Metode Mind Map siswa kelas IV SDN 2 Samba Danum dapat meningkatkan
minat dan jumlah siswa yang tuntas prestasi belajarnya?
7.
Tujuan penelitian
Adalah peneliti ingin menciptakan suasana pembeljaran yang lebih
menarik,agar dalam keterbatasan situasi dan kondisi pembelajaran PAK disekolah,
siswa tetap antusias dan penuh ketekunan. Secara khusus dapat dirumuskan :
Meningkatkan keaktifan dan jumlah siswa yang tuntas prestasi
belajarnya melalui pembelajaran PAK tema Pribadi dan Lingkungan dengan metode
Mind Map kelas IV SDN 2 Samba Danum.
8.
Manfaat penelitian
1.
Manfaat Bagi Siswa
Metode Mind Map akan
membantu siswa menguasai materi pelajaran(tidak hanya Agama Kristen) dengan
lebih baik. Mereka akan mampu merangkum materi pelajaran baik satu
pelajaran/bab maupun beberapa pelajaran yang tergabung dalam satu tema. Siswa
memiliki kemampuan mengorganisir permasalahn untuk dapat mencari solusinya.
2.
Manfaat Bagi Guru
Metode Mind Map akan
membantu guru memiliki variasi memilaih metode-metode mengajar. Guru memiliki
cara bagaimana membuat siswa mandiri dan dewasa dalam memecahkan masalah.
3.
Manfaat Bagi Sekolah
Metode Mind Map kalau
sudah dikuasai siswa-siswi yang lain,mereka akan mampu belajar membuat Mind Map
untuk mata pelajaran yang lain. Kalau mereka berhasil meningkatkan hasil
belajar mereka, tentu prestasi sekolah akan terangkat juga. Para siswa akan
lebih menguasai materi pelajaran. Oleh karena itu sekolah akan memiliki
kebiasaan selalu mengembangkan pembelajaran dan perbaikan kurikulum.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A. KAJIAN TEORI
1. Penggunaan metode Mind Map dalam pelajaran
a)
Metode Mind Map
Sutanto Windura(2008) menuliskan “Mind Map adalah suatu teknik
grafis yang memungkinkan kita untuk mengekplorasi seluruh kemampuan otak kita
untuk keperluan berpikir dan belajar. Metode Mind Map sudah sesuai dengan cara
kerja alami otak manusia. Sutanto Widura dalam bukunya ,Mind Map, langkah demi
langkah dengan sangat yakin juga
menyatakan metode Mind Map adalah solusi wajib kalau anda ingin menyelesaikan
seluruh permasalahan belajar. Kelihataanya agak berlebihan ungkapannya, namun
kalau nati kita mengenal mind Map kita akan dapat dapat menerima ungkapan
penulis tersebut.
Masih menurut Sutanto Windura,cara kerja Mind Map itu memanfaatkan
kemampuan otak kiri dan otak kanan manusia secara seimbang. Kita biasanya hanya
belajar menggunakan otak kiri saja, dengan kata-kata,angka, analisa,logika,
urutan,hitungan dan detail-detailnya. Hal-hal ini cepat melelahkan dan
membosankan,belajar dengan metode Mind Map akan menyenangkan bagi anak-anak.
Mangapa? Karena dalam Mind Map kita diajak memakai otak kiri dan otak kanan
secara seimbang. Otak kanan bekerja dengan
warna,ilustrasi,imajinasi,irama,dimensi bahkan melamun.
Lebih detail lagi sutanto menulis,kegiatan yang melibatkan otak kiri
dan otak kanan sekaligus pasti menyenangkan,seperti misalnya: membaca
komik,menonton film kartun, atau main games. Metode Mind Map akan membuat
kegiatan belajar menyenangkan bagi semua orang,juga anak-anak,karena melibatkan
otak kiri dan otak kanan sekaligus. Di sini juga terbuka ruang untuk berkreasi.
Mind Map itu sifatnya unik,Karen Mind Map setiap orang mempunyai daya
tangkap,daya kreasi dan daya imajinasi yang berbeda-beda. Siswa harus
bekerja,aktif,berpikir,merangkai,bermain dengan warna,gambar,garis sangat
menyenangkan.
Langkah-langkah
pembuatan mind Map menurut Sutanto adalah sebagai berikut:
i.
Sediakan selembarkertas polos
ukuran folio dan letakan secara mendatar
ii.
Buatlah pusat Mind Map ditengah
kertas. Usahakan berupa gambar disertai tulisan . pusat mind map adalah
ide/gasan utama. Dalam pelajaran biasanya merupakan judul suatu bab.
iii.
Buatlah pancara-pancaran dari
pusat mind map itu yang merupakan cabang utama, itu menunjukan pikiran-pikiran
pokoknya. Dalam pelajaran, ini adalah sub bab- sub bab. Gunakan pensil warna
yang berbeda-beda untuk setiap cabang. Cabang-cabang itu dibuat meliuk dan
semakin mengecil menuju ke segala arah.
iv.
Dari cabang utama buatlah
cabang-cabang lagi untuk keterangan yang lebih rinci. Tetap meliuk dan semakin
mengecil,panjang cabang sesuai dengan panjang kata yang mau ditulis.
v.
Buatlah cabang lebih kecil lagi
untuk menuliskan detil-detil dari pemikiran atau bahan belajar. Semakin jauh
dari pusat,cabang semakin kecil begitu juga tulisannya.
vi.
Pindahkan ke cabang utama yang
lain,ikuti perkembangan idenya menuju ke detail. Ide atau materi yang setaraf
dengan cabang yang sejajar . keterangan lanjutan dalam cabang yang lebih kecil
lagi.
vii.
Di atas cabang itu ditulis satu
kata kunci saja, biasanya kata benda. Tulisan cetak,tegak,maksimum kemiringan
45 derajat.
b)
Implemetasi Mind Map pada
pelajaran Pendidikan Agama Kristen “Pribadi dan Lingkungan”
Membuat
mind map bagi pemula tentu akan kesulitan,terutama kesulitan teknis. Tetapi
kesulitan tidak perlu menghalangi siswa untuk memulai dengan Mind Map.
Masing-masing menurut daya tangkap dan kreasinya tentu dapat membuat Mind Map.
Disini peneliti ingin melihat bagaimana para siswa membuat Mind Map yang harus
disediakan adalah kertas polos ukuran polio,pensil warna atau spidol,beberapa
gambar pendukung kecil-kecil.
2. Belajar
Belajar
merupakan suatu istilah yang sangat lekat dalam setiap waktu dan tempat bagi
seseorang. Setiap individu yang hidup didunia ini akan selalu berusaha
untuk menyesuaikan dirinya setiap waktu
dengan tempat ia berada. Sejak lahir manusia yang sebelumnya sebagai bayi sangat
tidak berdaya. Ia sangat tergantung pada orang-orang di sekitarnya.dalam hal
ini pun ia mulai belajar.
Rochman
Natawijaya dan Moein Moesa (1992/1993) menyatakan bahwa terdapat enam factor
yang memengaruhi belajar , yaitu : siswa,guru,interaksi guru-siswa,siswa
sebagai kelompok,lingkungan fisik dan factor pendorong dari luar. Kesemua
factor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua kelompok, yaitu factor dari
dalam diri seseorang(factor internal) dan factor yang berasal dari luar
seseorang(factor eksternal).
Factor-faktor
internal meliputi : (a) kematangan untuk
belajar (B) kemampuan/keterampilan untuk belajar (c) dorongan untuk
berprestasi. Adapun factor Eksternal meliputi : (a) suasana tempat belajar
(b)pelatihan (c)penguatan.
Dari
beberapa pengertia diatas dapat dikemukakan bahwa belajar meruapakan aktifitas
yang dilakukan individu dalam usaha untuk dapat mempereoleh informasi,memahami
informasi dan meningkatkan suatu keterampilan dalam kaitannya dengan kesiapan
individu menghadapai waktu,tempat,kepribadian dan objek yang
berbeda-beda(Jurnal Pendidikan Widya Tama Vol.4 No.2. Juni 2007 hal.17-18).
3. Teori tentang minat belajar
Kata
minat sama dengan kata interesi dalam bahasa inggris yang berarti “berada di
dalam”,”memperhatikan”,”membuat suatu perbedaan”. Minat merupakan bagian
emosional dari kehidupan individu yang disangkutpautkan dengan kebiasaan umum
dari aktifitas(K.C Garrison,1951). Pengertian tersebut menunjukan bahwa minat
berada dalam diri individu dalam kaitannya dengan aktifitas hidupnya.
Pendapat
lain tentang minat dikemukakan oleh Winkel(1981) yang menyatakan bahwa minat
merupakan kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada
hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Hal itu senada
dengan pendapat Sony Setiawan S(1990) yang menyatakan bahwa minat berperan
sebagai penggerak dalam beraktifitas sebagai respon terhadap sesuatu. Minat
dapat menimbulkan kekuatan menunjukan sesuatu,sebagai sumber utama tindakan.
Mengenai
timbulnya minat,Abd Rohman Abror menyatakan bahwa minat timbut melalui
kognisi,afektif dan konasi. Minat dating dari keyakinan seseorang terhadap
objek yang dihadapi,terutama terkait kegunaan atau manfaat objek minat dengan
dirinya,pemenuhan tujuan yang diinginkannya atau tersangkut paut dengan dirinya.
Dalam tahapan tersebut keberadaan aspek kognisi
menjadi penyebabnya, dalam arti objek minat tersebut memenuhi
keterkaitan subjek minat. Jika keyakinan terhadap pemenuhan aspek kognisi telah
memenuhi harapan seseorang ,maka ia akan merasa senang . Tahap inilah yang
disebut tahap emosi. Tahap ini telah menyentuh aspek perasaan suka atau tidak
suka terhadap objek minta. Tahap selanjutnya adalah tahap konasi,yaitu
kecenderungan untuk bertindak atau berperilaku terhadap objek minat yang
dihadapi seseorang(Jurnal Pendidikan Widya Tama Vol.4 No.2,Juni 2007, hlm
17-18).
4. Prestasi belajar
Menurut
Winkel(1991:42) hasil belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai
siswa dimana setiap kegiatan belajar dapat menimbulkan suatu perubahan yang
khas. Dalam hal ini hasil belajar meliputi keaktifan,keterampilan
proses,motivasi,juga prestasi belajar.
Prestasi
adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan kegiatan, secara singkat dapat
dikatakan prestasi adalah hasil usaha. Perbedaan hasil belajar dengan prestasi
belajar,bahwa penilaian hasil belajar dilakukan sekali setelah suatu kegiatan
pembelajaran dilaksanakan,sementara penilaian belajar dilakukan setelah
beberapa kali penilaian hasil belajar dan hasil belajar yang terakhir dianggap
sebagai prestasi belajar karena diharapkan merupakan hasil maksimal,tetapi
kedua istilah tersebut dikatakan identik karena sama-sama merupakan hasil usaha
yaitu belajar.
Penilaian
hasil belajar adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
proses belajar dan pembelajaran telah berjalan secara efektif. Keefektifan
pembelajran tampak pada kemampuan siswa mencapai tujuan belajar yang telah
ditetapkan. Dari segi guru penilaian hasil belajar akan memberikan gambaran
mengenai keefektifan mengajarnya,apakah pendekatan dan media yang digunakan
mampu membantu siswa mencapai tujuan belajar yang ditetapkan. Tes hasil belajar
dilakukan oleh setiap guru dapat memberikan informasi sampai mana penguasaan
dan kemampuan yang telah dicapai siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
5. Pengaruh metode Mind Map pada minat dan hasil prestasi pada mata
pelajaran PAK “Pribadi dan Lingkungan” kelas IV SDN 2 Samba Danum
Dengan
keunggulan dan teknik yang ada dalam Mind Map ,peneliti yakin bahwa metode Mind
Map merupakan sarana yang tepat untuk meningkatkan minat belajar sekaligus
prestasi belajar siswa. Mind Map sangat menarik bagi siswa,karena mengajak
belajar sambil bermain dengan gambar,garis,warna,bentuk.
Fungsi
otak kiri untuk memahami dan mencerna isi pelajaran dipadukan dengan fungsi
otak kanan untuk memasukan pemahaman dalam suatu bentuk grafis,garis,warna dan
gambar-gambar. Bentuk atau gambar itu sangat mudqah dikenali dan dihapal oleh
otak,sehingga pemahaman yang sudah dicapai akan menetap dalam ingatan. Pada
saatnya nati harus dipanggil(waktu ditanya atau ulangan) akan mudah
ditampilkan.
Mind
Map akan membuat pelajaran menarik,belajar jadi antusias yang menyenangkan dan
ulangan bukanlah hal yang sulit. Untuk pelajaran PAK kelas IV SDN 2 Samba Danum
,peneliti yakin akan terjadi peningkatan minat dalam belajaranya. Peneliti juga
menginginkan peningkatan prestasi belajar.
B. KERANGKA BERPIKIR
Berdasarkan teori tentang minat peneliti beranggapan bahwa metode
mind Map menarik minat siswa. Siswa merasa senang dapat belajar sambil bermain dengan
gambar dan warna. Variasi bentuk tulisan membuat asyik dan tidak membosankan.
Dengan membuat cabang-cabang untuk menuliskan detail-detail dari bahan/materi
akan memudahkan siswa untuk mengingat inti dari materi pelajaran tersebut.
Pembelajaran dimulai dengan pemberian tugas terstruktur dimana anak
diberi tugas untuk mempelajari terlebih dahulu materi yang akan diajarkan yang
akan dating. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong anak melakukan eksplorasi
menggali segala informasi yang ada pada anak sebelumnya yang terkaitdengan
materi yang ditusakan. Disini jelas siswa akan tumbuh minat untuk mempelajari
materi yang ditugaskan.
Pada saat tatap muka siswa akan ditagih terhadap apa yang ditugaskan
padanya. Sejauh mana hasil belajar mandiri siswa. Pada saat apersepsi ini
dilakukan Tanya jawab sekitar tugas yang diberikan sebelumnya. Disini siswa
akan melakukan elaborasi yaitu mengumpulkan segala informasi dari teman maupun
guru. Anak akan menjadi semakin tumbuh minat untuk mempelajari materinya.
Pada tahap akhir anak akan diajak melaksanakan Mind Map terhadap
materi yang ditugaskan. Disini siswa akan tergugah minatnya untuk lebih
menyempurnakan pengetahuannya. Pada kegiatan Mind Map siswa akan terus
mengembangkan pengetahuannya. Mereka akan mencari keterkaitan antar materi
ajar. Disinilah siswa menjadi lebih semangat.apabila minat anak semakin semakin
sempurna dalam pembelajaran ini tentu saja akan mempengaruhi prestasi
belajarnya. Apabila anak diberi tes tentu saja prestasi belajarnya pun akan semakin
baik dari siklus ke siklus berikutnya
C. HIPOTESIS TINDAKAN
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan
diatas, dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut:
Penggunaan metode Mind Map dapat meningkatkan minat dan jumlah siswa
yang tuntas prestasi belajar pada mata pelajaran PAK tema “Pribadi dan
Lingkungan” kelas IV SDN 2 Samba Danum.
BAB
III
METODE PENELITIAN
3.1
Jenis Penelitian
Penelitian
ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan
Mc.Taggart. Kemmis mengembangkan modelnya berdasarkan sistem spiral refleksi
diri yang dimulai dengan rencana, tindakan,pengamatan,refleksi, perencanaan
kembali,merupakan dasar suatu ancang-ancang pemecahan masalah(Kasihani Kasbolah
E. S,2001:13).
Penelitian
tindakan kelas adalah penelitian praktis untuk memperbaiki pembelajaran di
kelas.upaya perbaikan ini dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari
solusi atas permasalahn yang diangkat dari tugas sehari-hari dikelas.
3.2
Objek Penelitian
Penelitian
ini di laksanakan di SDN 2 Samba Danum ,Kecamatan Katingan Tengah,Kabupaten
Katingan dilaksanakan selama 2 bulan mulai juli 2020 sampai dengan Agustus
2020.
3.3
Subjek Penelitian
Yang
menjadi subjek tindakan penelitian kelas ini adalah seluruh isswa kelas IV SDN
2 Samba Danum tahun pelajaran 2020/2021.
3.4
Sumber Data
Data
atau informasi yang palin penting untuk dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian
ini diperoleh dari data kualitatif. Informasi data ini akan digali dari
berbagai macam sumber data. Adapun sumber data yang akan di manfaatkan dalam
penelitian ini antara lain : (1) informasi data dari nara sumber yang terdiri
dari siswa kelas IV SDN 2 Samba Danum (2) arsip nilai ulangan agama Kristen (3)
hasil pengamatan pelaksanaan
pembelajaran dengan metode Mind Map.
3.5
Teknik Pengumpulan Data
Dalam
penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara,observasi,dokumen dan tes.
3.6
Validitas Data
Didalam
penelitian ini adanya validitas data,maksudnya semua data yang dikumpulkan
hendaknya mencerminkan apa yang sebenarnya di ukur atau diteliti. Dalam
penelitian ini untuk menguji kesahihan data digunakan Triangulasi data dan
Triangulasi metode.
3.7
Teknik Analisis Data
Menggunkan
metode induktif interaktif. Model analisis ini memiliki tiga komponenpokok
analisis yaitu reduksi data,sajian data dan penarikan kesimpulan aktifitasnya
dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data.
3.8
Indikator Kerja
Dalam
penelitian ini adalah apabila kesalahan yang dibuat oleh isswa dalam
mengerjakan tugas test yang diberikan adalah kecil dan setelah proses
pembelajaran dengan menggunkan sempoa, siswa yang mendapatkan nilai tuntas
belajar mencapai 80% dari seluruh siswa yang ada.
3.9
Prosedur Penelitian
Prosedur
penelitian yang digunakan adalah model siklus(Cycle). Setiap siklus tidak hanya berlangsung satu kali,melainkan
beberapa kali sampai tercapainya tujuan yang diinginkan. Pada tahap-tahap dalam
siklus dilaksanakan peneliti dan guru sudah melibatkan diri secara aktif dan
intensif dalam rangkaian kegiatan pendidikan.
Model siklus yang
digunakan dalam penelitian ini berbentuk spiral sperti yang dikembangkan oleh
Kemmis dan Taggart(Kasobah,2009 :13) yang meliputi perencanaan,pelaksanaan,
observasi dan refleksi. Kemudian pada siklus berikutnya,kegiatan penelitian
pada dasarnya dsama,tetapi ada modifikasi dan koreksi pada setiap tahapnya.
Siklus kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar : Penelitian Tindakan Kelas model spiral (Kemmis&
Taggart,2009:13)
Yang dimaksud dari
keempat tahapan diatas dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Perencanaan
tahapan perencanaan
penelitian dimulai dengan membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan
metode proyek yaitu : rencana pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS)
dengan menggunkan tema lingkungan. Dilanjutkan dengan pembuatan instrumen
penelitian berupa soal tes untuk mengukur pemahaman materi pelajaran.
2. Pelaksanaan tindakan
Tahapan ini merupakan
pelaksanaan dari perencanaan yang telah dibuat , yaitu melkasanakan
pembelajaran berdasarkan scenario pembelajaran dengan metode Mind Map.
3. Observasi
Tahapan pengamatan
dilakukan dengan mengisi lembar observasi untuk mendapatkan data mengenai
kegiatan pembelajaran , mengisi lembar catatn lapangan , setiap pertemuan siswa
diberikan soal angket.
4. Refleksi
Tahapan ini melakukan
evaluasi tindakan yang telah dilakukan dengan menggunakan data-data hasil pengamatan,kemudian
menganalisis hasil evaluasi untuk melakukan perbaikan pada siklus berikutnya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
HASIL PENELITIAN
1.
Respon siswa terhadap Kegiatan Belajar Mengajar dengan Metode Mind
Map
Untuk mengetahui Respon
siswa terhadap Kegiatan Belajar Mengajar dengan Metode Mind Map pada
pembelajaran Agama Kristen dapat dilihat pada table berikut :
|
No |
Uraian |
Respon |
|||
|
1 |
Bagaimana
pendapat kalian mengenai : 1.
Materi
pelajaran 2.
Cara guru mengajar |
senang |
tidak |
||
|
ü |
|
|
|
||
|
ü |
|
|
|
||
|
2 |
Bagaimana
pendapat kalian mengenai : 1.
Materi pelajaran 2.
Aktifitas mengajar 3.
Cara guru mengajar |
Baru |
Tidak |
||
|
ü |
|
|
|
||
|
ü |
|
|
|
||
|
ü |
|
|
|
||
|
3 |
Bagaimana
pendapat kalian mengenai : 1.
Keterbacaan bahasa 2.
Tampilan Huruf |
menarik |
tidak |
||
|
ü |
|
|
|
||
|
ü |
|
|
|
||
|
4 |
Soal-soal |
Mudah |
sulit |
||
|
dimengerti |
dimengerti |
||||
|
ü |
|
|
|
||
|
5 |
Apakah
anda berminat untuk mengikuti kegiatan belajar seperti yang telah anda ikuti
selama ini |
ya |
tidak |
||
|
ü |
|
|
|
||
2.
Data tes hasil belajar kognitif (Pre-Tes dan Pos-Tes)
Tes hasil belajar
bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa tes hasil belajar
dianalisis menggunakan ketuntasan hasil belajar sebagai patokan yang sudah
ditetapkan guru agama Kristen SDN 2 Samba Danum yaitu 70(tujuh puluh). Hasil
Pre-tes dan Pos-tes dalam kegiatan pembelajaran menggunkan metode Mind Map pada
pelajaran Agama Kristen dapat dilihat pada table dibawah ini :
|
No |
Nama siswa |
Nilai Pre-tes |
Ket. |
Nilai Pos-tes |
Ket. |
|
1. |
DIKARA JENTAYU |
70 |
T |
73 |
T |
|
2. |
ARBIK OBAMA |
66 |
TT |
73 |
T |
|
3. |
ARDHANA ABIEL |
76 |
T |
85 |
T |
|
4. |
CHRISTOPER KARBI |
70 |
T |
80 |
T |
|
5. |
DINDA OKTAVIA MAHARANI |
75 |
T |
80 |
T |
|
6. |
EDRA AVIEL SEGAH |
70 |
T |
85 |
T |
|
7. |
DIMAS KURNIAWAN |
68 |
TT |
75 |
T |
|
8. |
BRYAN |
66 |
TT |
73 |
T |
|
9. |
GAUDENSIUS BEKET |
69 |
TT |
74 |
T |
|
10. |
HILKIA MELANIE PUTRI |
74 |
T |
85 |
T |
|
11. |
JORGI KANDERANG |
74 |
T |
80 |
T |
|
12. |
REHAN |
65 |
TT |
70 |
T |
|
13. |
REMON EXAUDI Z |
66 |
TT |
73 |
T |
|
14. |
SAMUEL CHRISTIAN TITO |
67 |
TT |
74 |
T |
|
15. |
TRIAGUS ATSILIA |
67 |
TT |
74 |
T |
|
16. |
YOEL GANTI GOTLIB |
65 |
TT |
75 |
T |
|
17. |
GESSY APRILIA |
68 |
TT |
70 |
T |
|
18. |
DRESSIVA FLOWRENCIA |
75 |
T |
80 |
T |
Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas
4.2
PEMBAHASAN
1.
Respon Siswa
Respon siswa terhadap pembelajaran dengan metode Mind Map pada
pelajaran Agama Kristen dari 18 siswa kelas IV SDN 2 Samba Danum semua siswa
merasa senang belajar, cara guru dan aktifitas belajar baru, keterbacaan bahasa
menarik, soal-soal mudah dimengerti dan seluruh siswa berminat mengikuti
belajar dengan metode Mind Map.
2.
Tes Hasil Belajar Kognitif
Pada awal pemebalajaran dilakukan tes awal(pre-tes) untuk mengetahui
kemampuan awal siswa sebelum diterapkan metode pembelajaran Mind Map. Diperoleh
data ada 8 siswa yang nilainya mencapai ketuntasan, sebanyak 10 siswa tidak
mencapai ketuntasan.
Setelah diterapkan pembelajaran dengan metode Mind-Map diperoleh
data semua siswa mencapai ketuntasan. Dengan demikian metode ini berhasil
meningkatkan nilai agama Kristen siswa kelas IV SDN 2 Samba Danum.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
KESIMPULAN
Setelah melakukan
penelitian pada proses pembelajaran siswa kelas IV SDN 2 Samba Danum dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Nilai agama Kristen dan motivasi belajar siswa meningkat
2. Partisipasi siswa secara aktif dalam proses pembelajaran,menjadikan
suasana kelas tampak hidup, juga keterlibatan siswa secara fisik,emosional dan
sosial dalam proses pembelajaran cenderung mengalami peningkatan.
3. Respon siswa terhadap penerapan metode Mind Map sangat senang ,
bagus dan mengasyikan. Karena cara belajar ini membangkitkan cara belajar
kritis , menghilangkan kejenuhan, menambah semangat belajar dan lebih mengerti.
4. Kendala yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran ini adalah :
a. Waktu terbatas
b. Siswa belum terbiasa dengan metode baru
5.2
SARAN-SARAN
Untuk kepala
sekolah,agar kegiatan pembelajaran seperti ini terus menerus diterapkan agar
memperhatikan masalah dana bagi guru yang menerapkan pembelajaran untuk
meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran agama Kristen.
Untuk tingkat Dinas
Pendidikan Kabupaten Katingan,agar melakukan pengawasan intensif supaya
kedepannya lebih banyak guru yang melakukan tindakan penelitian kelas sehingga
Sekolah-sekloha dasar di Kabupaten Katingan menjadi lebih bagus dan Sumber Daya
Manusia menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,A. dan Supriyono,W.2004.psikologi belajar (edisi revisi).Jakarta:
Rieneke Cipta
Dalyono,M.,1997.psikologi pendidikan cetakan I. Jakarta: Rieneke Cipta
Dimyati dan Mudjiono.199.Belajar dan pembelajaran. Jakarta:
Depdikbud & Rieneke Cipta.
Djamarah,S.B.2002. psikologi belajar. Jakarta: Rieneke Cipta
Hamalik,O.2006.Proses belajar mengajar.Bandung:Bumi Aksara
Hofmann, Ruedi.(1988.sebuah gagasan,kitab suci dan sekolah minggu.rohani,) Januari
halaman 10-13
Komkat,2004.Menjadi Murid Yesus 5.Yogyakarta :Kanisius
Poerwadarminta,W.J.S 1990.Kamus besar bahasa Indonesia.Jakarta:Balai
Pustaka
Purwanto,N.1990.Psikologi pendidikan.Bandung: remaja Rosdakarya
Sadirman,A.M.2004.interaksi dan motivasi belajar mengajar.Jakarta:PT.Raja Grapindo
Persada
Slameto,2003.belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Jakarta:Rieneke
Cipta
Sudjana,N. 1989.Penelitian hasil proses belajar mengajar.Bandung: Remaja Rosdakarya
Winkel,W.S.1983.Psikologi pendidikan dan Evaluasi belajar.Jakarta:Gramedia
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()

0 komentar:
Posting Komentar